Lazis

Switch to desktop Register Login

PEMBINAAN ANGKRINGAN BAROKAH LAZIS YBW UII DENGAN SISTEM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT ANGKRING JOGJA

Sunday, 13 November 2016 05:31

 

Dalam QS An Nashr Allah berfirman

“Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan (1) Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong – bondong (2) Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.”

Ahad 13 November 2016, Lazis YBW UII mengadakan program pembinaan anggota Angkringan Barokah yang disampaikan oleh Owner dari Angkring Jogja yang menggunakan sistem seusai syariah berupa bagi hasil,kerjasama, jual beli, semuanya berdasarkan pada kemitraan. Program ini diadakan setiap 2 bulan sekali, antusias para peserta sangatlah besar, terbukti dengan semangat mereka untuk lebih mengembangkan angkringan yang dikelola oleh mereka.

 

Pada kesempatan ini Muhammad Helmi Rakhman selaku owner Angkring Jogja berbagi tentang bagaimana merintis usaha. Angkring jogja Management sendiri memiliki beberapa rintisan usaha diantaranya jual beli gerobag, sewa murah angkringan, kerjasama lahan- makanan event, angkring tradisional dan angkring kontemporer. Hingga saat ini beliau mempunyai 48 angkringan dengan 42 angkringan berjalan.

Dalam hal ini para peserta Angkringan Barokah dihimbau oleh pembicara untuk memanfaatkan secara maksimal modal yang telah diberikan oleh pihak LAZIS YBW UII berupa gerobak angkringan beserta modal untuk operasional. Sampai saat ini LAZIS YBW UII telah memiliki binaan Angkringan Barokah sejumlah 35 se DIY dan JATENG dan program ini telah berjalan selama 2 tahun.

Pemateri menekankan kepada para peserta untuk terus mengembangkan potensial yang dimiliki karena pada dasarnya di era saat ini banyak bermunculan angkringan-angkringan dengan sistem yang lebih modern. Sehingga dalam menjalankan angkringan ini diperlukan pengembangan serta ide-ide yang unik sehingga dapat membentuk ciri khas angkringannya dan dapat lebih mengundang pembeli untuk berdatangan.

 

Sebagai closing statemennya beliau menekankan kepada para peserta bahwasannya segala bentuk ikhtiar tetap harus diimbangi dengan “proposal” yang ditujukan kepada Allah Subhanahu wa Ta’Ala lebih intens, terutama pada saat doa duduk diantara dua sujud. Beliau juga berpesan bahwa rezeki itu tidak akan kemana, namun walaupun begitu tetap harus diimbangi dengan usaha untuk memperoleh rezeki tersebut.

Copyright © 2012. LAZIS Universitas Islam Indonesia

Top Desktop version